When I was just a little girl
I asked my mother
What will I be
Will I be pretty
Will I be rich
Here's what she said to me
Que sera, sera
Whatever will be, will be
The future's not ours to see
Que sera, sera
What will be, will be
I asked my mother
What will I be
Will I be pretty
Will I be rich
Here's what she said to me
Que sera, sera
Whatever will be, will be
The future's not ours to see
Que sera, sera
What will be, will be
Saat aku menjadi gadis kecil. Aku bertanya pada ibuku, aku akan menjadi apa? Akankah aku menjadi cantik? Akankah aku menjadi kaya? Inilah yang dia katakan padaku. "Apapun yang terjadi nanti, masa depan tidak untuk kita lihat, apa yang terjadi, terjadilah..."
Setelah aku mendengar lagu itu dan mengetahui arti lagunya, sempat aku menangis, entah menangis sedih atau bahagia. Aku selalu memikirkan jadi apa aku kelak. Aku sama sekali tidak akan pernah melupakan cita-citaku sejak dulu aku masih dibangku Sekolah Dasar. Mungkin Allah lebih merestuiku untuk aku menggapai masa depan dengan cara yang baru. Teknik Informatika. Ya, jurusan itu yang akan membawaku kepada cita-cita dan tujuan yang baru. Kata-kata ini sengaja ku buat baku tanpa alasan. Aku hanya ingin mereka semua tau bahwa sebelum aku memilih jurusan ini aku memiliki cita-cita yang kata orang adalah mulia. Sewaktu aku duduk di sekolah menengah akhir, hampir satu kelas tau cita-citaku itu seperti apa. Tapi semenjak pengumuman snmptn tersebut, aku menutup rapat-rapat cita-cita itu. Walaupun masih ada beberapa orang yang masih menyemangatiku untuk tetap menggapain cita-cita tersebut, tapi aku kembalikan lagi, mungkin Allah lebih merestuiku untuk menggapai masa depan dengan cara yang baru. Aku belum tau kelak akan menjadi apa, tapi aku berjanji tidak akan pernah mengecewakan kedua orang tuaku.
